Rezeki Sudah Dijamin Allah SWT, Umat Islam Tetap Wajib Berikhtiar dan Menjauhi Cara Haram

Rezeki Sudah Dijamin Allah SWT, Umat Islam Tetap Wajib Berikhtiar dan Menjauhi Cara Haram

Spread the love

Rezeki Sudah Dijamin Allah SWT, Umat Islam Tetap Wajib Berikhtiar dan Menjauhi Cara Haram

ULASKASUSTV.COM – Dalam ajaran Islam, rezeki setiap makhluk telah dijamin oleh Allah SWT. Bahkan sebelum manusia dilahirkan ke dunia, Allah telah menetapkan rezeki, ajal, amal, serta nasib setiap hamba. Namun, jaminan tersebut bukan berarti seseorang boleh bermalas-malasan, melainkan menjadi dorongan untuk terus berusaha dengan cara yang halal dan penuh keberkahan.

Hal ini dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud RA. Rasulullah SAW bersabda:

«”Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari… Kemudian diutuslah seorang malaikat lalu ia meniupkan ruh kepadanya dan diperintahkan untuk menuliskan empat perkara: rezekinya, ajalnya, amalnya, dan apakah ia termasuk orang yang celaka atau bahagia.”
(HR. Bukhari dan Muslim).»

Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa Allah SWT telah menetapkan kadar rezeki setiap manusia. Meski demikian, umat Islam tetap diperintahkan untuk bekerja, berusaha, dan berdoa sebagai bentuk ikhtiar.

Rasulullah SAW juga mengingatkan agar kaum Muslimin tidak mencari rezeki dengan cara yang diharamkan karena khawatir rezekinya tidak cukup atau terlambat datang.

Beliau bersabda:

«”Ruh Kudus (Malaikat Jibril) membisikkan ke dalam batinku bahwa sesungguhnya satu jiwa tidak akan mati hingga ajalnya tiba dan rezekinya disempurnakan. Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah cara mencari rezeki. Janganlah keterlambatan rezeki mendorong kalian mencarinya dengan bermaksiat kepada Allah. Sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah hanya dapat diraih dengan ketaatan kepada-Nya.”
(HR. Al-Hakim, dishahihkan oleh Adz-Dzahabi).»

Selain berikhtiar, Islam juga menganjurkan umatnya untuk memperbanyak sedekah. Rasulullah SAW menegaskan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta, bahkan menjadi sebab datangnya keberkahan.

«”Sedekah itu tidak akan mengurangi harta.”
(HR. Muslim).»

Di sisi lain, tawakal kepada Allah SWT menjadi kunci ketenangan hati setelah seseorang berusaha semaksimal mungkin. Rasulullah SAW mengibaratkan orang yang bertawakal seperti burung yang keluar dari sarangnya dalam keadaan lapar, namun kembali pada sore hari dalam keadaan kenyang.

«”Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada burung. Burung itu pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang.”
(HR. Tirmidzi).»

Dari berbagai hadis tersebut, dapat dipahami bahwa rezeki tidak akan tertukar dengan milik orang lain. Tugas seorang Muslim adalah berusaha secara sungguh-sungguh, menjaga kejujuran, menghindari jalan yang haram, memperbanyak sedekah, serta bertawakal kepada Allah SWT.

Dengan keyakinan tersebut, seorang mukmin diharapkan mampu menjalani kehidupan dengan lebih tenang, optimistis, dan senantiasa bersyukur atas setiap nikmat yang diberikan Allah SWT.

Sudarno. C. ILJ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *