Mahasiswa KKN Universitas Riau Akhiri Pengabdian 40 Hari di Desa Ngaso, Tinggalkan Berbagai Program Positif dan Kenangan Indah Bersama Masyarakat
ROKAN HULU, ULASKASUSTV.COM – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Riau (UNRI) di Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, akan resmi berakhir pada Selasa (28/07/2026), setelah genap melaksanakan pengabdian kepada masyarakat selama 40 hari.
Selama berada di Desa Ngaso sejak 20 Juni 2026, para mahasiswa KKN Universitas Riau telah menjalankan berbagai program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Beragam kegiatan dilaksanakan mulai dari bidang sosial, pendidikan, keagamaan, pemberdayaan masyarakat, pembinaan generasi muda, hingga pengenalan teknologi dan pengembangan potensi desa.
Kehadiran mahasiswa KKN disambut dengan penuh antusias oleh Pemerintah Desa Ngaso dan seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya menjadi mitra dalam berbagai kegiatan desa, para mahasiswa juga mampu membangun hubungan kekeluargaan yang erat dengan warga selama menjalankan pengabdian.
Kepala Desa Ngaso, Andesiata, saat dikonfirmasi ULASKASUSTV.COM menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada Universitas Riau atas kepercayaan menjadikan Desa Ngaso sebagai lokasi pelaksanaan KKN.
“Alhamdulillah, dengan adanya anak-anak mahasiswa Universitas Riau di desa kami, kami sangat mendukung dan mensupport kegiatan mereka demi kemajuan bersama. Kehadiran mahasiswa membawa ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, mereka juga memberikan wawasan baru kepada kami, khususnya dalam cara berpikir yang lebih maju mengikuti perkembangan teknologi,” ujarnya.
Menurut Andesiata, selama 40 hari para mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja sesuai agenda kampus, tetapi juga aktif berbaur bersama masyarakat dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
“Sejak tanggal 20 Juni 2026 mahasiswa sudah berada di desa kami. Keberadaan mereka sangat bermanfaat bagi masyarakat. Mereka aktif mengikuti kegiatan sosial, membantu berbagai aktivitas masyarakat, memberikan edukasi kepada anak-anak, ikut dalam kegiatan keagamaan, gotong royong, dan kegiatan positif lainnya. Semua itu memberikan kesan yang sangat baik bagi masyarakat Desa Ngaso,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran mahasiswa KKN menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta lebih terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Kami berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut di masa yang akan datang. Semoga Universitas Riau tetap menjadikan Desa Ngaso sebagai salah satu desa binaan sehingga hubungan yang sudah terjalin baik ini tetap terjaga,” harapnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ngaso, Rici Saputra, yang menilai keberadaan mahasiswa KKN memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa Universitas Riau yang telah melaksanakan KKN di desa kami. Banyak ilmu yang kami peroleh selama mereka berada di sini. Mereka membuka wawasan masyarakat mengenai berbagai peluang yang dapat dikembangkan untuk kemajuan desa,” katanya.
Menurut Rici, mahasiswa turut memberikan pemahaman mengenai potensi desa yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Dari yang sebelumnya kami kurang mengetahui, kini kami semakin memahami bahwa Desa Ngaso memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, terutama di bidang usaha, UMKM, pemanfaatan teknologi, hingga pengembangan sumber daya masyarakat. Mudah-mudahan ilmu yang mereka berikan dapat terus kami kembangkan,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang mahasiswa KKN Universitas Riau, Fahri, mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan selama berada di Desa Ngaso berjalan dengan lancar.
“Keberadaan kami di sini disambut dengan sangat baik oleh Pemerintah Desa Ngaso dan seluruh masyarakat. Kami merasa senang, bangga, sekaligus bersyukur dapat melaksanakan KKN di desa ini. Masyarakatnya sangat ramah, terbuka, dan mudah berinteraksi dengan kami sehingga setiap program kerja yang kami laksanakan mendapat dukungan penuh,” ungkap Fahri.
Ia mengatakan pengalaman selama 40 hari di Desa Ngaso menjadi pengalaman berharga yang tidak akan terlupakan.
“Selama berada di sini kami belajar banyak tentang kehidupan bermasyarakat, gotong royong, kebersamaan, serta bagaimana mengabdikan ilmu yang kami miliki kepada masyarakat. Kami juga mendapatkan banyak pelajaran dari masyarakat Desa Ngaso yang memiliki rasa kekeluargaan sangat tinggi,” tuturnya.
Fahri berharap silaturahmi yang telah terjalin tidak akan terputus meskipun masa KKN telah berakhir.
“Kami mohon maaf apabila selama pelaksanaan KKN masih terdapat kekurangan maupun kesalahan. Terima kasih atas seluruh dukungan dan perhatian masyarakat Desa Ngaso kepada kami. Semoga tali silaturahmi ini tetap terjaga dan suatu saat nanti kami dapat kembali berkunjung ke desa yang telah memberikan begitu banyak kenangan indah bagi kami,” pungkasnya.
Berakhirnya masa pengabdian mahasiswa KKN Universitas Riau di Desa Ngaso bukanlah akhir dari kebersamaan, melainkan menjadi awal dari terjalinnya hubungan yang lebih erat antara dunia akademik dengan masyarakat. Berbagai ilmu, pengalaman, dan program yang telah dilaksanakan diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi kemajuan Desa Ngaso, sekaligus menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah kehidupan masyarakat.
Penulis: Sudarno, C. ILJ
Editor: Redaksi ULASKASUSTV.COM
