Ketika Sang Jenderal Membuka Pintu, KJK Menjawab Keraguan dengan Karya

Spread the love

Oase dari Sang Jenderal di Tengah Badai Fitnah Saudara Kandung

Tanjungpinang, ulaskasustv.com — Ada kalanya seseorang datang ke sebuah ruangan dengan membawa kecemasan, namun pulang dengan membawa keyakinan. Ada kalanya sebuah pertemuan yang awalnya dikhawatirkan justru berubah menjadi oase yang membasuh kegelisahan.

Hal itulah yang kami rasakan ketika bersilaturahmi dengan Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol Asep Safrudin.

Hari itu, dari ruang kerja Kapolda Kepri, mengalir sebuah ketulusan yang mampu meruntuhkan air mata. Sambutan hangat dan penuh persahabatan dari jenderal bintang dua tersebut menjadi kejutan yang begitu mengharukan.

Tidak ada sekat formalitas yang kaku. Tidak terasa jarak pangkat yang membuat kami harusp merasa kecil. Sang Jenderal justru menyambut kami dengan sikap kebapakan, layaknya seorang kakak yang menerima dan merangkul adiknya.

Padahal, sebelum memasuki ruangan tersebut, rasa cemas sempat memenuhi dada.

Saya bahkan berulang kali mengingatkan para pengurus dan panitia agar menjaga sikap, berbicara seperlunya, dan tidak keluar dari tujuan utama pertemuan.

Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan undangan pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digagas Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) bekerja sama dengan UPN “Veteran” Yogyakarta.

Kami sadar, kami hanyalah sekumpulan jurnalis daerah yang sedang mengetuk pintu seorang pejabat tinggi kepolisian. Namun, apa yang kami terima jauh dari kekhawatiran yang sebelumnya kami bayangkan.

Dukungan Kapolda Kepri bukan sekadar ucapan seremonial. Bagi kami, itu adalah pelukan moral yang memberikan kekuatan.

Di balik ketegasan seorang jenderal, kami menangkap sebuah harapan besar: agar pers di Kepulauan Riau tumbuh menjadi pers yang profesional, berkualitas, kompeten, dan mampu memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Kapolda juga menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan media dalam menjaga keamanan serta menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Pesan “secure Kepri, secure your investments” menjadi pengingat bahwa keamanan dan informasi memiliki hubungan yang sangat erat dengan kepercayaan publik maupun investor.

Ketika Dukungan Datang di Tengah Ujian

Sikap kebapakan Sang Jenderal seakan membasuh luka yang sedang kami rasakan.

Di tengah persiapan pelaksanaan UKW, berbagai dinamika dan tantangan tentu tidak dapat dihindari. Ada perbedaan pandangan, kritik, bahkan suara-suara yang mempertanyakan langkah yang kami tempuh.

Bagi kami, semua itu adalah bagian dari perjalanan.

Yang terasa berat adalah ketika tekanan datang bukan dari orang yang jauh, melainkan dari lingkungan profesi yang sama.

Kami semua lahir dari dunia jurnalistik. Kami dibesarkan oleh idealisme yang sama dan memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjunjung tinggi kebenaran serta kode etik jurnalistik.

Karena itu, ketika muncul perbedaan dan gesekan, sesungguhnya yang paling kami harapkan bukanlah pertarungan, melainkan dialog.

Kami memilih untuk tidak membalas kegaduhan dengan kegaduhan.

Kami percaya, waktu akan membuktikan mana yang dikerjakan dengan niat baik dan mana yang hanya didorong oleh kepentingan sesaat.

Integritas ibarat emas. Ia tetap memiliki nilai meskipun berada di tempat yang tidak selalu terlihat.

UKW KJK Tetap Berdiri

Setelah melewati berbagai dinamika, akhirnya persiapan UKW KJK bersama UPN “Veteran” Yogyakarta terus berjalan.

Rangkaian kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Hotel CK Tanjungpinang, Sabtu–Minggu, 29–30 Agustus 2026.

Semangat kami semakin kuat karena dukungan juga datang dari Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad.

Dukungan dari pemerintah daerah, kepolisian, dan berbagai unsur lainnya menjadi energi tersendiri bagi KJK untuk membuktikan bahwa kegiatan peningkatan kompetensi wartawan merupakan kebutuhan bersama.

UKW bukan sekadar kegiatan seremonial.

UKW adalah bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan profesionalitas wartawan.

Karena itu, kami tidak ingin menjadikan kegiatan ini sebagai ajang untuk menunjukkan siapa yang paling hebat atau siapa yang paling dekat dengan pejabat.

Kami ingin menjadikannya sebagai ruang pembelajaran dan pembuktian kompetensi.

Ketika Jenderal Turun Membahas Keamanan Siber

Salah satu hal yang menjadi kebanggaan dalam kegiatan ini adalah kesediaan Irjen Pol. Andry Wibowo untuk hadir langsung di tengah-tengah peserta UKW.

Kehadiran jenderal bintang dua tersebut menjadi momentum penting karena akan membahas tema:

“Sinergi Polri dan Pers Menjaga Keamanan Siber dan Menangkal Disinformasi di Wilayah Perbatasan.”

Tema tersebut sangat relevan bagi Kepulauan Riau.

Sebagai wilayah perbatasan, Kepri memiliki posisi strategis. Arus informasi bergerak begitu cepat, sementara perkembangan teknologi digital juga menghadirkan tantangan baru bagi dunia jurnalistik.

Disinformasi, berita palsu, manipulasi informasi, hingga ancaman keamanan siber tidak lagi mengenal batas wilayah.

Karena itu, wartawan dituntut semakin profesional dalam melakukan verifikasi, menguji informasi, menjaga akurasi, dan tidak mudah menjadi bagian dari penyebaran informasi yang belum teruji.

Pers harus menjadi bagian dari solusi.

Bukan menjadi sumber kegaduhan.

Pers Kepri Harus Bersatu

Kepada seluruh rekan-rekan jurnalis, mari kita melihat UKW bukan sebagai milik satu organisasi atau kelompok tertentu.

UKW adalah bagian dari perjuangan meningkatkan kualitas wartawan.

Perbedaan organisasi seharusnya tidak membuat kita kehilangan rasa persaudaraan sebagai sesama insan pers.

Rumah besar pers Kepri terlalu besar untuk diruntuhkan oleh ego sektoral.

Kita boleh berbeda pilihan, berbeda organisasi, berbeda cara pandang, bahkan berbeda strategi.

Namun, kita tetap memiliki tanggung jawab yang sama terhadap masyarakat.

Karena itu, mari kita sudahi segala bentuk pertikaian yang tidak produktif.

Mari kita kembali kepada nilai-nilai dasar jurnalistik: kebenaran, independensi, akurasi, profesionalitas, dan tanggung jawab.

Tidak ada kemenangan dalam pertikaian antarwartawan.

Yang ada hanyalah kerugian bagi dunia pers itu sendiri.

Menjawab Keraguan dengan Kerja Nyata

Hari ini, segala keraguan tidak perlu dijawab dengan kemarahan.

Tidak perlu pula dibalas dengan saling menjatuhkan.

Jawaban terbaik adalah kerja nyata.

Biarkan kegiatan berjalan.

Biarkan peserta mengikuti prosesnya.

Biarkan hasil yang berbicara.

Atas izin dan rida Allah SWT, UKW KJK bersama UPN “Veteran” Yogyakarta terus berdiri dan berjalan sesuai rencana.

Kami ingin membuktikan bahwa wartawan Kepulauan Riau mampu meningkatkan kompetensinya dan berdiri sejajar dengan wartawan profesional di daerah lain.

Kami tidak ingin hanya menjadi penonton di rumah sendiri.

Kami ingin mengambil bagian dalam membangun pers yang lebih bermartabat.

Kami tidak ingin sekadar menulis berita yang kemudian hilang ditelan waktu.

Kami ingin meninggalkan jejak melalui karya jurnalistik yang bertanggung jawab.

Pena untuk Kebenaran

Kepada seluruh peserta UKW KJK–UPN “Veteran” Yogyakarta, ikutilah ujian ini dengan semangat dan mental petarung.

Jangan takut menghadapi proses.

Jangan gentar menghadapi penilaian.

Jadikan UKW sebagai kesempatan untuk mengukur sejauh mana kompetensi kita sebagai wartawan.

Jagalah integritas.

Jaga nama baik profesi.

Dan yang paling penting, jangan pernah menjadikan pena sebagai alat untuk menyakiti orang lain.

Pena harus digunakan untuk meluruskan informasi yang keliru, menyuarakan kepentingan masyarakat, mengawal kebijakan publik, dan menyampaikan kebenaran berdasarkan fakta.

Kepada saudara-saudara kami sesama insan pers yang mungkin memiliki pandangan berbeda, pintu persaudaraan tetap terbuka.

Tidak ada dendam yang ingin kami pelihara.

Tidak ada permusuhan yang ingin kami wariskan.

Mari kita kembali kepada rumah besar yang sama.

Rumah bernama pers.

Karena pada akhirnya, darah profesi jauh lebih berharga daripada perbedaan sesaat.

Mari kita jaga pers Kepri agar tetap sehat, profesional, kompeten, dan bermartabat.

Selamat mengikuti UKW KJK–UPN “Veteran” Yogyakarta.

Selamat berjuang para penjaga informasi.

Semoga dari tangan-tangan wartawan Kepulauan Riau lahir karya jurnalistik yang mampu menjadi cahaya bagi masyarakat dan menjadi bagian dari perjalanan kemajuan daerah.

Pena boleh tajam, tetapi hati harus tetap teduh.

Wallahu a’lam bishawab.

Oleh: Ady Indra Pawennari
Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri

Martin. D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *