Rohul Darurat Asap, Disdikpora Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan Siswa

Rohul Darurat Asap, Disdikpora Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan Siswa

Spread the love

Kabut Asap Kian Memburuk, Bupati Rohul Instruksikan Siswa Belajar dari Rumah

ROKAN HULU, ULASKASUSTV.COM — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau. Kondisi kualitas udara yang dinilai semakin mengkhawatirkan membuat Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu mengambil langkah cepat untuk melindungi kesehatan dan keselamatan para pelajar.

Atas arahan Bupati Rokan Hulu Anton, ST., MM., melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), pemerintah daerah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 300.2.1/DISDIKPORA-Set/1 terkait pelaksanaan pembelajaran selama kondisi udara terdampak kabut asap.

Dalam surat edaran tersebut, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka bagi peserta didik dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring mulai Rabu, 26 Agustus 2026 hingga Jumat, 28 Agustus 2026.

Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk langkah antisipasi terhadap dampak buruk paparan asap bagi kesehatan anak-anak, khususnya peserta didik yang harus beraktivitas di luar ruangan.

Bupati Rohul Anton melalui Kepala Disdikpora Kabupaten Rokan Hulu, Alreza Ahyu, S.E., M.Si., Ak., menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi pertimbangan utama pemerintah daerah dalam mengambil keputusan tersebut.

“Pembelajaran tetap dilaksanakan melalui PJJ dengan pendekatan yang mengayomi, santun dan ramah anak. Jangan sampai situasi kabut asap justru menimbulkan beban psikologis maupun tugas yang berlebihan bagi peserta didik,” ujarnya.

Orang Tua Diminta Awasi Anak

Disdikpora juga mengimbau seluruh orang tua dan wali murid untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak selama pelaksanaan pembelajaran dari rumah.

Para siswa diharapkan tetap berada di dalam rumah dan tidak melakukan aktivitas bermain di luar ruangan selama kondisi udara belum kembali aman.

Orang tua juga diminta memastikan proses belajar anak tetap berjalan sesuai arahan sekolah, sekaligus menjaga kondisi kesehatan dan kenyamanan anak selama berada di rumah.

Program MBG Tetap Berjalan

Meski kegiatan belajar tatap muka dihentikan sementara, hak peserta didik untuk mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sekolah yang menerima program tersebut tetap diperhatikan.

Pihak sekolah akan melakukan koordinasi melalui grup komunikasi, termasuk WhatsApp, agar orang tua atau wali murid dapat mengambil porsi makanan bergizi dari sekolah.

Dengan demikian, makanan tetap dapat dikonsumsi anak di rumah dengan aman tanpa harus membawa mereka beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.

PHBS Diperketat

Dalam situasi kabut asap, seluruh keluarga besar dunia pendidikan juga diminta meningkatkan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga, terutama anak-anak yang lebih rentan terhadap dampak buruk kualitas udara.

Sekolah juga diminta terus memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.

Guru dan Tenaga Kependidikan Tetap Bertugas

Meskipun peserta didik melaksanakan pembelajaran dari rumah, kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Para tenaga pendidik diharapkan tetap sigap memberikan pendampingan, memantau proses pembelajaran serta memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan selama kebijakan PJJ diberlakukan.

Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu juga akan terus mengevaluasi kondisi tersebut dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara dan situasi di lapangan.

Keputusan mengenai keberlanjutan atau perubahan sistem pembelajaran akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi udara serta hasil evaluasi pemerintah daerah.

Di tengah kepungan kabut asap, keselamatan dan kesehatan anak-anak Rokan Hulu menjadi perhatian utama. Pemerintah berharap seluruh pihak, mulai dari sekolah, guru, orang tua hingga masyarakat, dapat bersama-sama menjaga anak-anak agar terhindar dari risiko kesehatan akibat buruknya kualitas udara.

Sudarno
Editor: Alfian Top
Sumber: Kominfo/JK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *