Optimalkan Pembinaan Warga Binaan, Lapas Pasir Pangarayan Tanam 850 Batang Terong Ungu Dukung Ketahanan Pangan

Optimalkan Pembinaan Warga Binaan, Lapas Pasir Pangarayan Tanam 850 Batang Terong Ungu Dukung Ketahanan Pangan

Spread the love

Optimalkan Pembinaan Warga Binaan, Lapas Pasir Pangarayan Tanam 850 Batang Terong Ungu Dukung Ketahanan Pangan

ROKAN HULU, ULASKASUSTV.COM — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan pertanian produktif.

Pada Selasa (8/9/2026), Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan memulai penanaman sebanyak 850 batang bibit terong ungu dengan memanfaatkan lahan tidur (idle) yang berada di dalam area Lapas.

Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal tersebut kini disulap menjadi lahan pertanian produktif sebagai bagian dari program ketahanan pangan sekaligus sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan.

Kegiatan penanaman perdana dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, dan diikuti jajaran pejabat struktural, petugas Lapas, peserta magang nasional serta warga binaan.

Dalam kegiatan tersebut, warga binaan turut terlibat secara langsung dalam proses penanaman. Ke depan, perawatan dan pemeliharaan tanaman akan dikelola oleh warga binaan dengan pendampingan serta pengawasan dari petugas Lapas.

Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan Lapas Pasir Pangarayan terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2026, khususnya dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui sektor pertanian, perikanan dan peternakan di Lapas maupun Rutan dengan mengoptimalkan lahan-lahan tidur.

Kalapas Pasir Pangarayan Efendi Parlindungan Purba menyampaikan optimismenya terhadap keberlanjutan program agrobisnis yang dikembangkan di lingkungan Lapas.

> “Hari ini kami bersama jajaran dan warga binaan menanam kembali 850 batang bibit terong ungu di lahan ketahanan pangan Lapas. Sebelumnya, Lapas Pasir Pangarayan sudah pernah berhasil menorehkan kesuksesan dalam budidaya terong ungu ini. Kami berharap penanaman kali ini juga dapat tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah,” ujar Efendi.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan lahan kosong, tetapi memiliki tujuan yang lebih besar dalam proses pembinaan warga binaan.

> “Lebih dari sekadar pemanfaatan lahan, kegiatan ini adalah sarana pembinaan kemandirian agar warga binaan memiliki keterampilan nyata sebagai bekal berharga saat mereka kembali ke masyarakat nanti,” tambahnya.

Efendi berharap kegiatan pertanian tersebut dapat memberikan pengalaman sekaligus keterampilan praktis kepada warga binaan dalam mengelola tanaman mulai dari proses penanaman, perawatan hingga nantinya memasuki masa panen.

Pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan di lingkungan Lapas.

Selain menghasilkan komoditas pertanian, program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter warga binaan agar lebih mandiri, disiplin dan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan setelah kembali ke tengah-tengah masyarakat.

Dengan demikian, pembinaan melalui sektor pertanian tidak hanya memberikan manfaat selama warga binaan menjalani masa pembinaan di Lapas, tetapi juga menjadi bekal lifeskill untuk menghadapi kehidupan setelah bebas.

Sudarno, C. ILJ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *